Label

Tampilkan postingan dengan label LEADERSHIP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LEADERSHIP. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2012

POTONG RAMBUT

Potong Rambut bukan hal yang aneh, dan sudah menjadi hal yang sangat wajar ketika seseorang potong rambut. Potong rambut sendiri bisa menjadi ritual khusus yang punya makna tersendiri, misalkan, bayi yang baru lahir harus dipotong rambutnya ketika ia memperoleh "nama" sebagai sebutan atau panggilan baru baginya. Tak jarang pula potong rambut menjadi ritual khusus juga bagi mereka yang akan melakukan sesuatu atau nadzar. Misalkan teman saya, baru akan potong rambutnya setelah berhasil menggapai puncak gunung Rinjani. Dan ada pula teman saya waktu itu yang memotong rambutnya di puncak gunung Semeru sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilanya menggapai puncak. Potong rambut juga dilakoni bagi mereka agar terlehat gagah, cantik, nyentrik atau bisa menjadi trend untuk menunjukan identitas dirinya bahkan grup, geng, atau kelompoknya. Ketika saya menuliskan hal ini saya baru saja melakukan ritual potong rambut.

Nah potong rambut bagi saya kadang menjadi sesuatu yang sulit juga dilakukan. Karena ketika saya potong rambut dapat dipastikan ada moment atau sesuatu yang membuat saya harus melakukan hal tersebut. Karena dengan memotong rambut bagi saya adalah merubah identitas, spirit, atau ada hal tertentu yang mengharuskan saya potong rambut. Seperti biasanya, Setiap saya melakukan potong rambut ada hal aneh yang saya rasakan, mungkin pasnya bukan hal aneh, tapi deg-degan. Kenapa saya selalu deg-degan setiap potong rambut, bahkan saya rasakan di saat mulai antri di tukang cukur biasa di pinggir jalan. 

Semakin mendekati nomor antrian saya, maka deg-degan pun makin terasa. Setelah saya pikir-pikir ternyata saya punya rasa takut dengan hasil si tukang cukur tersebut. Setelah potong rambut jadi tamah guaanteengg... atau tambah keren heheee... yang keduanya si pasti iya. Atau setelah potong rambut wajah saya menjadi semakin tidak karuan, yang sebenarnya sudah pas-pasan ini, karena memang sudah harga pas, tidak bisa kurang tidak lebih h h. Nah, ketakukan ini bisa saja terjadi dalam segala hal ketika kita akan melakukan sesuatu yang baru. Sesuatu yang baru ini bisa apa saja, misalkan anda akan mengambil keputusan untuk menikah, ketika anda mendekati hari H maka deg-degan pun akan memuncak. Akan tetapi saya coba untuk menenangkan diri dan mengiklaskan ritual potong rambut ini ketika situkang cukur memulai kerja. Aahh "... saya percaya dengan anda, bahwa anda mampu membuat rambut saya jadi lebih baik ..." Karena anda adalah ahlinya. ya.. hanya dengan memberikan kepercayaan dan tanggung jawab kepada situkang cukur untuk merubah penampilan rambut saya. Rasa deg-degan saya pun hilang. Pernahkan kita berfikir bahwa dengan memberikan kepercayaan kehidupan kita kepada Tuhan akan meredam rasa was-was kita pada keadaan, nasib, atau kondisi yang belum pada posisi atau level yang kita iginkan menjadi rasa tenteram. Kenapa setiap Ikhtiar kita tidak kita serahkan kepada Tuhan, apapun hasilnya. Karena hasil yang ada nanti adalah Hasil yang terbaik buat kita, plus itu sebagai ujian buat kita. Bagaimana dengan anda? karena Potong rambut bagi saya berarti membuang identitas lama dengan identitas baru.

Minggu, 26 Februari 2012

LOYAL APA Royale..

 Ilustrasi tentang sebuah loyalitas dan kecintaan memang sulit diciptakan jika kepentigan belum dapat diterjemahkan pada konteks yang paling objektif. Pada dasarnya manusia memiliki kecenderungan untuk malakukan hal-hal yang persuasif dalam kehidupan apapun. Jika karakter building belum dapat diciptakan maka kita perlu menggenjot dengan cara yang persuasif pula. Hal ini agar kita tidak hanya melakukan reproduksi atau selalu melakukan imitasi tanpa berpikir yang lebih kontruktif.
Perlu paradigma baru dalam hal wacana keilmuan yang lebih luas, agar rand map  dapat dilewati dengan kecerdasan kita dalam melakukan orientasi dan pemahaman akan kelongaran berfikir.
Peranan seorang pemegang kekuasaan, dalam falsafah kontemporer tidak hanya melulu melakukan hal-hal yang bersifat klasik (instruktif dan koordinatif) tapi juga In Action. Atau kita tidak akan mampu memberikan nilai lebih pada bawahan. Daullah yang dibangunpun  harus berisi orang-orang yang punya intuisi dan integritas yang tinggi. Serta berkemampuan dalam mengelola konflik menjadi penyemaian yang subur bagi sebuah kedewasaan. Ini justru yang terpenting, pola pikir yang clasical harus dirombak dengan pola pikir yang lebih kritis dan mempunyai nilai bagi kontruksi pemikiran yang ada.
Integritas seseorang terlihat pada cara ia memandang sebuah masalah atau isu. Dengan objejktif dan luas. jika Hal ini dibaca dengan kaca mata yang lebih lebar dan dari sudut pandang yang berbeda. Orang yang cenderung menyalahkan orang lain adalah sakit dalam ilmu psikolkogi. Karena ia tidak mampu mengkolabiorasikan intuisi dengan daya pikir dan pola tingkah lakunya. Jika kita mengalami dehumanisasi maka kitapun akan kehilangan “wibawa”, karena humanisasi adalah trend untuk melancarkan sebuah aksi dan ide. Bukan lagi hanya sebagai alat untuk bertukar pikiran.
Dalam akar bawah (basis akar rumput) harus dapat mewujudkan bersama apa yang menjadi cita-cita. Bukan selalu menjadi penonton dan orang yang dibelakang. Akar rumput harus berada pada garda yang paling depan. Karena basis akar rumput merupakan objek yang akan selalu dilihat, dielus, diemong, bahkan ditampar. Akar rumput harus dapat menempatkan pada posisi “melayani” daulah. Bahkan akar rumput adalah objek penyemaian bagi konflik yang tujuanya adalah pembentukan Karakter buildings.
Income dari sebuah harga loyalitas tidak akan dapat dilihat, tetapi akan dapat dirasakan dalam setiap ruang. Income dari sebuah loyalitas adalah integritas diri. Dalam dunia kontemporer kita terlalu egois jika masih memakai cara berfikir konvensional, tradisional dan rasanya tidak ngeh gitu. Karena apa? Kita harus dapat menempatkan posisi kita secara profesional, dimana, pada waktu apa, dan dengan siapa?. Kita tidak bisa menyamakan ketika disebuah intitusi kemudian disamakan dengan keadaan ketika kita berada dirumah kita, lingkungan kita, atau sosial masyarakat kita. Jika kita dirumah, kita adalah orang yang dianggap “terhormat” karena “warisan” nenek moyang, atau orang yang justru termarjinalkan. Belum tentu pada dunia lain ia akan demikian. Karena, dunia dimana kita berada, dia yang akan membaca diri kita, bagaimana diri kita menciptakan diri kita sendiri disitulah dunia akan menilai. Jadi kita harus dapat menghilangkan nilai transformatif tradisional kepada nilai yang terbuka bagi siapa saja untuk melihat kita. Ini loh saya.. tanpa ada embel-embel warisan atau titah nenek moyang.
Saya akan mencoba menuliskan apa yang di tulis Ahmad Dahlan. Bahwa nilai progresifitas berasal dari nilai kita berfikir kontruktif, transformatif, dan imajinatif. Seseorang akan progres jika daya imajinasi ia kuat, kemudian ia transformasikan dalam bentuk tindakan. Ini sejalan dengan gagasan politik Gramchi bahwa mahasiswa adalah organic intellectual.
Kemudian saya teringat akan kata-kata seorang filsuf Yunani. Entah siapa namanya. Saya lupa. Pada dasarnya manusia tidak dapat menciptakan sebuah daya,energi atau atom. Tetapi manusia bisa mengembangkan dari satu partikel atom tersebut, yang kemudian dikembangkan menjadi ribuan sel atom. Intinya adalah. Kun fayakun adalah hanya milik Tuhan. Tetapi manusia dengan daya kreatifitas otak kirinya dapat mengembangkan dari satu kun fayakun menjadi ribuan nilai kun fayakun.
Kembali keatas.. Daulah terbangun, pada dasarnya dari sebuah paradigma dari penghuni daulah tersebut. Bukan orang lain atau bahkan Jengis Khan pembuat kanal darah ditimur tengah. Jika paradigma “orang dalam” masih memakai kaca mata kuda, maka yang terlihat hanyalah pantatnya, ekornya, atau hanya giginya. +la wong sekarang zamanya reformasi ko masih make OrLa, alias orde lama. Sekarang orang sudah pake lampu blitz ko kita masih pake teplok. Jelas akan kelihatan runyam-runyam, bahkan bayangan sendiripun akan terlihat seperti hantu ngesot.
Pertama yang harus kita lakukan adalah, penguatan akar rumput. Banyak bedah buku, kitab, diskusikan dengan panellis. penguatan wacana kontemporer, tumpahkan kreatifitas dalam wadah (itu hanya contoh:pikir dewweek). Kemudian aduk untuk menjadi kue. Tidak setengah-setengah intine.
Kedua Road Map, petakan jalan organisasi ke satu arah. Untuk satu periode, kita perlu prioritaskan dengan matang-matang bidikan yang akan kita sentuh. Bukan hanya menjadi seremonial, tapi konstruksional. Dan orang yang memegang sistem harus sadar.
Katiga pergunakan isu sebagai Rekayasa Sosial, ingat kita perlu isu yang kontruktif dan semua isu akan kontruktif bagi mereka yang dapat mengelolanya. Jangan pake isu murahan, dan kita besar-besarkan sesuatu yang sesungguhnya kecil.
Organisasi sejatinya sangat mirip dengan manusia. Bukankah pada hakekatnya organisasi adalah sekumpulan manusia dengan tujuan, sistem, struktur dan kultur  tertentu ? Nah, agar organisasi berkembang dan memiliki keunggulan kompetitif,  organisasi mesti mempunyai tradisi sebagai organisasi pembelajaran (learning organization) dan mempunyai  kemampuan untuk mengelola pengetahuan (knowledge management) dengan baik. 
Dalam organisasi pembelajaran (learning organization), komitmen dan kapasitas belajar ditumbuhkan secara berkesinambungan bagi seluruh anggota di tiap tataran organisasi. 

Dalam sebuah kelompok maupun individu Integritas seseorang terlihat pada cara ia memandang sebuah masalah atau isu atau konflik Dengan objektif dan luas. jika Hal ini dibaca dengan kaca mata yang lebih lebar dan dari sudut pandang yang berbeda. Maka kita akan melihat yang namanya warna dari sebuah perbedaan, konflik, dan perdebatan kepentingan. Orang yang cenderung menyalahkan orang lain adalah sakit dalam ilmu psikologi. Karena ia tidak mampu mengkolabiorasikan intuisi dengan daya pikir dan pola tingkah lakunya. Jika kita mengalami dehumanisasi maka kitapun akan kehilangan “wibawa”, karena humanisasi adalah trend untuk melancarkan sebuah aksi dan ide. Bukan lagi hanya sebagai alat untuk bertukar pikiran.

Dalam akar bawah (basis akar rumput) harus dapat mewujudkan bersama apa yang menjadi cita-cita. Bukan selalu menjadi penonton dan orang yang dibelakang. Akar rumput harus berada pada garda yang paling depan. Karena basis akar rumput merupakan objek yang akan selalu dilihat, dielus, diemong, bahkan ditampar. Akar rumput harus dapat menempatkan pada posisi “melayani” daulah. Bahkan akar rumput adalah objek penyemaian bagi konflik yang tujuanya adalah pembentukan Karakter buildings.

Income dari sebuah harga loyalitas tidak akan dapat dilihat, tetapi akan dapat dirasakan dalam setiap ruang. Income dari sebuah loyalitas adalah integritas diri. Dalam dunia kontemporer kita terlalu egois jika masih memakai cara berfikir konvensional, tradisional dan rasanya tidak ngeh gitu. Karena apa? Rotasi bumi harus terus diputar dan kita, harus dapat menempatkan posisi kita secara profesional, dimana, pada waktu apa, dan dengan siapa?. Kita tidak bisa menyamakan ketika disebuah intitusi kemudian disamakan dengan keadaan ketika kita berada dirumah kita, lingkungan kita, atau sosial masyarakat kita. Jika kita dirumah, kita adalah orang yang dianggap “terhormat” karena “warisan” nenek moyang, atau orang yang justru termarjinalkan. Belum tentu pada dunia lain ia akan demikian. Karena, dunia dimana kita berada, dia yang akan membaca diri kita, bagaimana diri kita menciptakan diri kita sendiri disitulah dunia akan menilai. Jadi kita harus dapat menghilangkan nilai transformatif tradisional kepada nilai yang terbuka bagi siapa saja untuk melihat kita. Ini loh saya.. tanpa ada embel-embel warisan atau titah nenek moyang.

Saya akan mencoba menuliskan apa yang di tulis Ahmad Dahlan. Bahwa nilai progresifitas berasal dari nilai kita berfikir kontruktif, transformatif, dan imajinatif. Seseorang akan progres jika daya imajinasi ia kuat, kemudian ia transformasikan dalam bentuk tindakan. Ini sejalan dengan gagasan politik Gramchi bahwa mahasiswa adalah organic intellectual.
Kemudian saya teringat akan kata-kata seorang filsuf Yunani. Entah siapa namanya. Saya lupa. Pada dasarnya manusia tidak dapat menciptakan sebuah daya,energi atau atom. Tetapi manusia bisa mengembangkan dari satu partikel atom tersebut, yang kemudian dikembangkan menjadi ribuan sel atom. Intinya adalah. Kun fayakun adalah hanya milik Tuhan. Tetapi manusia dengan daya kreatifitas otak kirinya dapat mengembangkan dari satu kun fayakun menjadi ribuan nilai kun fayakun.

Kembali keatas.. Daulah terbangun, pada dasarnya dari sebuah paradigma dari penghuni daulah tersebut. Bukan orang lain atau bahkan Jengis Khan pembuat kanal darah ditimur tengah. Jika paradigma “orang dalam” masih memakai kaca mata kuda, maka yang terlihat hanyalah pantatnya, ekornya, atau hanya giginya. +la wong sekarang zamanya reformasi ko masih make OrLa, alias orde lama. Sekarang orang sudah pake lampu blitz ko kita masih pake teplok. Jelas akan kelihatan runyam-runyam, bahkan bayangan sendiripun akan terlihat seperti hantu ngesot.

Pertama, yang harus kita lakukan adalah, penguatan akar rumput. Banyak bedah buku, kitab, diskusikan dengan panellis. penguatan wacana kontemporer, tumpahkan kreatifitas dalam wadah (itu hanya contoh:pikir dewweek). Kemudian aduk untuk menjadi kue. Tidak setengah-setengah intine.
Ke-dua. Petakan jalan organisasi ke satu arah. Untuk satu periode, kita perlu prioritaskan dengan matang-matang bidikan yang akan kita sentuh. Bukan hanya menjadi seremonial, tapi konstruksional. Dan orang yang memegang sistem harus sadar.
Ke-tiga, pergunakan isu sebagai Rekayasa Sosial, ingat kita perlu isu yang kontruktif dan semua isu akan kontruktif bagi mereka yang dapat mengelolanya. Jangan pake isu murahan, dan kita besar-besarkan sesuatu yang sesungguhnya kecil. Dzolim.kwe
Ke-empat, gunakan analisi SWOT (Streigh/Kekuatan, Weakness/Kelemahan, Oportunity/Peluang, Treat/ancaman) 

Gua dan Matahati

Gua bukan sekadar gelap. Tapi, panjang dan banyak stalagmit, stalaktik, guarduan, kelelawar, dan serangga. Harus punya kesiapan lain di luar perbekalan alat, Seperti teknik SRT, teknik berjalan di dalam gua ataupun kecepatan dalam membaca fenomena dalam gua. Di zona Gelap abadi tak satu pun benda yang tampak dari luar, semuanya gelap. Tapi kadang tak disangka pula bahwa gua memiliki fenomena unik dalam proses pembentukan ornamen didalamnya. Maka tak heran jika di dalam gua kitapun akan menemukan fenomena unik dan luar biasa yang tak dapat di temui di luar gua.

Maka ketika di dalam gua pun kita bisa keasyikan. Sayangnya keasikan  itu menghilangkan kesadaran. Bahwa kita  harus melewati gua itu dengan selamat dan tepat waktu. Bahkan kita tidak lagi tahu sudah di mana rekan seperjalanan kita. Terus berpindah dari satu panorama ke panorama lain, dari satu keindahan ke keindahan lain. Ia terlena dengan keindahan di sekelilingnya.

"…dalam gelap, aku tidak lagi mau mengandalkan mata zhahir. Mata batinkulah yang kuandalkan. Dari situ, aku bisa merasakan bimbingan hembusan angin dari ujung gua, kelembaban cabang jalan gua yang tak berujung, batu besar, dan desis ular yang tak mau diganggu,"...

Sebagian dari kita, suka atau tidak, harus menempuh rute jalan yang gelap, lembab, dan penuh jebakan. Sayangnya, tidak semua mampu.menyiapkan bekal secara pas dan aman. Kita kadang terjebak dengan kelengkapan alat. Atau terjebak pada kelengkapan sarana atau fasilitas, juga kekayaan. Dan, melupakan bekalan lain yang jauh lebih jitu dan berdaya guna: kejernihan mata hati.

Matahati adalah alat kita untuk melewati gua-gua kehidupan yang gelap, penuh liku tapi begitu mempesona, dan melenakan. Matahati adalah alat penerang kita untuk mengarungi gua-gua kehidupan yang kadang curam, melewati duck, sump maupun ruang belantara seperti chamber. 
Maka dari itu kita perlu Memperhatikan setiap detail lorong, Saling mengingatkan satu sama lain Tetap menjaga keindahan gua, Tidak perlu panik bila bertemu binatang dan yang terpenting Hati - hati dengan kubangan.  Nah bagaimana dengan Matahati kita?/
saya juga tidak tahu.... heheee

Kamis, 23 Juni 2011

si Samuel dan si Shimo


Si SAMUEL DAN si SHISAMO
DISARING DARI KOMPAS MINGGU INI (23 mei 2010)
DuGo’ Mahmud

            Cerita nyletuk Samuel di KOlom Kompas memang bikin saya gregetan dan ngeh dipagi2, bikin encer otak yang semaleman belum tidur gara2 on line dengan si dunia Maya.

Samuel Nyletuk menceritakan tentang dirinya yang sebelas - dua belas dengan ikan mungil lagi buncit bernama  “Shisamo”. Dunia parody yang digambarkan memberikan imajinasi kepada saya saat itu juga. Gedubrakk…..Saya Terkekeh dan tersenyum lebar ketika ia menceritakan si ikan yang berbangga mati demi kehidupan si mulut manusia, bahkan bulir2 telur diperut ikan itupun ikut protes sama si Ibu (shisamo) ,” eh bu kenapa kita harus rela mati demi mulut rakus manusia itu?”dan lagi-lagi telur itupun harus berbangga karena mati bermanfaat sejak ia masih menjadi telur, filosofinya adalah rela berkorban demi mahluk lain. demi siapa?? Ya demi si Mulut Samuel dan kawan kawannya..ha ha ha…..

Celetukan selanjutnya.. kalo ellu (semua manusia) manfaatnya apa coba?
Pikir sendiri,, punya manfaat ga Lu hidup., ha ha ha. Mumpung masih pagi mikirnya jagi gampang....gile tu..Siapa yang berani jawab ??? Cung cung...??
Ga ada kan??..
Coba kita lihat tubuh kita dari atas sampe bawah: one by one...oke???

Otak.. pertama otak lo udah dimanfaatin belum tuh...jangan2 otak qt masih baru or orisinil alias belum pernah dipake.. nah lu.. harganya mahal klo motor orisinil, tapi klo otak orisinil??? Ga laku kali.... otak qita sering tidak dipakenya ketimbang dipakenya..bener ga tuh??

Mulut: siapa yang sudah jadi korban mulut anda?? Bikin gossip alias fitnah. Kekanan kekiri Cuma bikin fitnah dan mengadu domba. Sampe NGUmpruk tuh bibir….
Berapa kali karena mulut kita, orang menangis, mutung2, enek karo munyel2. berapa kalikah mulut anda telah  membuat suasana panas dari pada membuat suasana adem ayem dan sejuk seperti di hutan?. Ternyata mulut qt tak ubahnya kompor mbeledak di siang bolong… wah parah tuh.. pa lagi sekarang pemadam suka telat datangnya…klo udah jadi abu baru dateng…hik hik…

TELINGA. Cantolan panci ini seringnya kita tutup rapat-rapat tidak mau mendengar. Maunya di DENGAR ga mau mendengar. Koalisi tangan dan telinga benar2 menyumbat pendengaran kita.
Badan kita-Pun selalu pasang posisi sa udele dhewek ga mau geser tapi maunya menggeser orang lain. Huuffg mate aje  deh luh ..sssttt jangan emosi dulu…
Belum selese.!!.

Tangan lo dikemanain selama ini….diumpetin dikolong meja??? Minta suap??
Jahil sana jahil sini??...
Yah itu mah kaya kancil cerita emak ku dulu yang suka mencuri ketimun pak tani. Lahh...... sekarang padi pak tani kamu curi juga..membuat sengsara mereka lahir batin dah..trus kapan tangan qt diatas (memberi) biarpun dari hasil curi di tanah pak petani.. bagi2 hasil korupsi dong ...biar klo dipenjara Lo ga sendiri...ha ha.. itu tidak terpuji ga usah kamu ikuti ya.....!!!!

Aduuh.. lengkap sudah dosa kita

MENTAL BLOCK


sudah lama .. saya tidak mengasah lagi otak yang tumpul.  walau hanya dengan sekedar menulis, atau berlama-lama tafakur. Entah karena keadaan, kesempatan atau memang factor diri. Saya baru saja memungut sebuah surat kabar Nasional, bentuknya sudah sangat usang, banyak bercak, bahkan hanya satu halaman. Saya mengambilnya karena saya tertarik dengan sebuah kalimat yang tertulis sangat besar sebagai judul  “MENTAL BLOCK” kalimat ini sudah lama saya dengar, sudah lama saya pahami, dan lama pula saya berusaha menghilangkan kalimat ini dalam mind sett saya.

Mental block seakan kembali menjangkiti mind set saya. mental block yang dengan susah payah saya coba hilangkan atau tepatnya dikurangi. kini seakan-akan menyelimuti dan menutup mind set saya. entah lah… tiba-tiba sebuah tragedi merubah itu semua. keadaan tiba-tiba harus kembali menciptakan sebuah keadaan yang kemudian menciptkan sebuah block. Kepergian ade saya benar-benar memberikan pukulan berat bagi saya, bahkan keluarga saya terutama ibu saya. saat terakhir saya pulang, Ibu dalam keadaan sakit karena ia masih dan selalu teringat dengan almarhum. keadaanpun berubah. keadaan merubah mind set yang kemudian menciptakan block.

Sebenarnya bisnis yang baru saja saya jalani sangat berhubungan dengan survival, berani bersaing, berani bertindak, atau I think I do. tapi .. mental block itu benar-benar menghambat, seakan tidak ada gairah. bahkan saya tidak berani mengambil tantangan untuk diri saya sendiri, sebuah challenge agar saya mampu survive dalam keadaan apapun. atau agar saya sampai pada sebuah titik comfort. saya berada dalam kotak yang menciptakan ruang tersendiri. ruang yang remang-remang hemmmm….

saya teringat dengan sebuah kata “OUT BOUND”. kata  outbound mengajak kita untuk keluar dari bingkai, atau frame yang biasa membelenggu kita. atau berfikir keluar dari kotak yang biasa kita lakukan (think out of the box). saya sadar…. saat ini, atau ketika saya menuliskan ini saya sedang menciptakan sebuah tembok, benteng-benteng atau kotak yang menciptakan pikiran saya terbatas. bahkan mungkin, saya menerima hal itu. kondisi ini mengungkung saya, baik dalam bertindak dan berfikir.

all out dalam apapun… saat ini!. mungkin bisa mengurangi mental block saya saat ini.

Selasa, 05 April 2011

DUGO's Adventure: ANI-ANI

DUGO's Adventure: ANI-ANI: "Anda pernah dengar kata Ani-ani atau anai-anai? pernah melihat?? atau bahkan pernah menggunakanya?. Ditempat saya ani-ani masih digunakan me..."

KUDI

Nek rika wong Banyumas kudu ngerti Kudi. jal apa kudi kue.. Panganan roti apa anu klubanan kue??

Baik.sekarang kita lihat. tuuuhh udah ada gambarnya.

Sepintas jika dilihat senjata kudi ini sangat unik dan lucu. Gendut dan tidak terlihat seperti senjata-senjata daerah lainya. Konon Kudi biasa dipakai warga Banyumas zaman dulu sebagai alat pertanian. Seperti Memanen Buah Kelapa, memotong pohon, dan sebagainya. Di sisi lain, para ksatria atau pejabat di wilayah Jawa Tengah bagian barat menggunakannya sebagai senjata. Bahkan diyakini kalau lubang-lubang yang ada di senjata kudi merupakan tanda kepangkatan.
Saat ini  semakin banyak generasi muda yang kurang mengenal warisan adiluhung bangsa tersebut.  Bahkan nyaris banyak di antara anak muda yang sama sekali tidak tahu apa itu kudi.

Kudi atau kudhi sebenarnya merupakan alat bantu pekerjaan untuk membelah atau memotong benda keras, seperti halnya parang atau benda lainya.  Sebagaimana parang, kudi hanya memiliki satu sisi tajam, berbentuk agak melengkung menyerupai celurit  tetapi bagian pangkalnya membesar atau saya lebih suka menyebutnya "Gendut". Dan konon Bentuk kudi yang lebih langsing dapat dipergunakan sebagai senjata. 


KUDI DAN BAWOR

Bawor atau Ki Lurah Carub Bawor juga dikenal dengan nama Bagong adalah anak Semar yang tertua. Senjatanya adalah "Kudi" Tutur bahasanya kasar, jujur dan tidak serius. Dikatakan Bawor adalah wayang "ora basa ala tanpa rupa". bagi masyarakat Banyumas, Bawor sangat disukai kemunculannya dalam setiap pagelaran wayang kulit. Watak dasar Bawor ialah  Cablaka/Blakasata. Jujur, terbuka, merakyat, apa adanya, suka membela kebenaran, suka persaudaraan. Konon senjata kujang dianggap sebagai salah satu kembangan dari kudi. Asal kata "kujang" konon adalah "kudi hyang" atau "kudi milik dewa"). Tokoh pewayangan Bagong versi banyumas, dinamakan Bawor yang digambarkan mengenakan kudi sebagai senjata pegangannya (curiga). Oleh orang Banyumas, kudi dianggap sebagai salah satu identitas budaya. 
Sebagai seorang Punakawan yang sifatnya menghibur penonton wayang, tokoh Bagong pun dilukiskan dengan ciri-ciri fisik yang mengundang kelucuan. Tubuhnya bulat, matanya lebar, bibirnya tebal dan terkesan memble. Gaya bicara Bagong terkesan semaunya sendiri. Dibandingkan dengan ketiga panakawan lainnya, yaitu Semar, Gareng, dan Petruk, maka Bagong adalah sosok yang paling lugu dan kurang mengerti tata krama.

itulah kenapa orang banyumas  dalam logat bicaranya ada yang menyebutnya ngapak-ngapak. Ngapak-ngapak menurut terjemahan penulis merupakan penerjemahan dari cablaka atau Blakasuta tersebut.

KUDI KeKinian.
 
Baik. sekarang kita lihat kenapa Kudi itu gendut? klo sperti itu berarti orang banyumas juga gendut-gendut dong?. tentu bukan itu jawaban yang pas. sebelumnya saya menafsirkanya menurut daya imajinasi saya, jadi sekali lagi anda boleh meng IYA kan atau menolaknya.

Kudi yang dibagian bawahnya gendut, bagian bawah atau pasnya diatas gagang pegang, identik dengan Perut Bagong yang gendut. Dalam senjata Kudi posisi yang gendut tersebut atau bisa juga disebut "perut bawor" atau Bagong itu berfungsi atau merupakan posisi yang paling mudah untuk dibenturkan dengan objek yang akan dipotong, maka perut yang gendut tersebut akan selalu yang pertama mengenai objeknya. Artinya bahwa sebenarnya apa yang ada diperut itu hanyalah sebagai media untuk mengantarkan, sumber tenaga dan sumber kekuatan. Karena apa? seluruh fungsi tubuh sudah memberikan peran untuk mengantarkan makanan sampai kemulut. Dimulai dari tangan untuk memegang, hidung untuk mencium aroma dan menghantarkan (selera) sampai keotak, kemudian mulut dan kroninya untuk mengunyah, melumat hingga lembut. Sehingga tugas perut tinggal mengolahnya untuk dijadikan energi gerak yang luar biasa, energi yang mampu memecahkan karang sekalipun.
Kudi pada dasarnya sangat kuat. kudi mampu di hadapkan pada medan apa saja, misalkan kayu yang sangat keras, cadas atau batu karang sekalipun, Kudi akan mampu menyelesaikan tugasnya.


perut pada dasarnya sumber dari segala fitnah, kenapa, karena ketika perut lapar misalnya orang akan memudahkan yang haram jadi halal. Perut ketika terisi penuh ia akan menyalurkannya lagi lewat syahwat  kemaluan. nah berabe to... intinya managemen perut, seperti halnya kudi yang berperut gendut, ia akan menjadi medan pertama yang akan mengenai sasaran.

ANI-ANI

Anda pernah dengar kata Ani-ani atau anai-anai? pernah melihat?? atau bahkan pernah menggunakanya?. Ditempat saya ani-ani masih digunakan meski folumenya sudah sangat jarang saat ini.  Alat pemotong sederhana ini dibuat dari kayu pipih yang diselipkan di tengah potongan bambu kecil dan bagian ujungnya terdapat mata pisau yang berfungsi untuk memotong.
Penggunaan ani-ani ketika memotong tangkai padi cukup mengambil bagian akhir gagang yang ditumbuhi bulir-bulir padi. Sehingga pohon padi tidak di botong dari  bawah atau sekitar 15-20 cm dari akar padi. Otomatis batang pohon padi tidak akan ikut terpotong dan yang diambil hanya buah atau tangkai yang berisi buliran padi tersebut. Kemudian batangan padi tersebut bisa langsung dijemur dan atau dirontokan dengan cara di giles (diinjak-injak dengan memutar-mutar telapak kaki). Nah praktek dari teori ani-ani ini bagi saya cukup menarik, secara filosofi tentunya. Dan hal ini tentu saja boleh anda anggap benar atau anda anggap salah.

ANI-ANI DAN "PERANG" POLITIK
Jika kita cermati, Praktek pemotongan batang padi dengan ani-ani kenapa tidak dari bawah, seperti ketika kita menggunakan arit? (pisau khusus pemutung rumput), tetapi Ani-ani malah memotong dari "atas" seperti algojo memenggal kepala manusia. Karena prinsip yang dipakai adalah efisiensi, pas ketika waktu darurat, dan pas tepat sasaran tidak perlu memotong hal yang tidak perlu dipotong.

Bulir padi adalah sang penguasa atau pemegang kebijakan. Batang pohon adalah organisasi atau lembaga yang menaunginya, sistem atau mekanisme yang diberlakukan, taktik, atau soft ware_nya. Sedangkan akar pohon padi adalah bagian akar rumput, garis bawah, dimulai dari para pekerja, buruh, tentara atau rakyat.
Dalam mekanisme "perang" ujung tombak dalam pertempuran dilapangan adalah para prajurit yang siap mati kapan saja. Korban pasti ada dong. konflik, apalagi. Nah dalam bahasa politik kita sering dengar tidak ada kawan atau lawan dalam politik yang ada hanya kepentingan. kepentingan dalam peperangan apa? Menang! itu jawabanya. tetapi untuk memenangkan pertempuran berapa nyawa yang di korbankan untuk sebuah agresi tersebut.
Ani-ani  cukup potong padinya tanpa merusak batang dan akarnya.
simak selanjutnya.

continue...

ANI-ANI DAN SOFT MANAGEMENT KONFLIK

Konflik dapat diartika sederhana sebagai  perselisihan (disagreement), adanya ketegangan (thepresence of tension), atau munculnya kesulitan-kesulitan lain di antara dua pihak atau lebih. Konflik sering menimbulkan sikap oposisi antara kedua belah pihak, sampai kepada tahap di mana pihak-pihak yang terlibat memandang satu sama lain sebagai penghalang dan pengganggu tercapainya kebutuhan dan tujuan masing-masing. 

Dalam sebuah organisai, Ketika suatu konflik muncul didalam sebuah organisasi, penyebabnya selalu diidentifikasikan sebagai komunikasi yang kurang baik. Demikian pula ketika suatu keputusan yang buruk dihasilkan, komunikasi yang tidak efektif selalu menjadi kambing hitam. Para manajer bergantung kepada ketrampilan berkomunikasi mereka dalam memperoleh informasi yang diperlukan dalam proses perumusan keputusan, demikian pula untuk mensosialisasikan hasil keputusan tersebut kepada pihak-pihak lain. Riset membuktikan bahwa manajer menghabiskan waktu sebanyak 80 persen dari total waktu kerjanya untuk interaksi verbal dengan orang lain. Ketrampilan memproses informasi yang dituntut dari seorang manajer termasuk kemampuan untuk mengirim dan menerima informasi ketika bertindak sebagai monitor, juru bicara (Spekesperson), maupun penyusun strategi. Sudah menjadi tuntutan alam dalam posisi dan kewajiban sebagai manajer untuk selalu dihadapkan pada konflik. Salah satu titik pening dari tugas seorang manajer dalam melaksanakan komunikasi yang efektif didalam organisasi bisnis yang ditanganinya adalah memastikan bahwa arti yang dimaksud dalam instruksi yang diberikan akan sama dengan arti yang diterima oleh penerima instruksi demikian pula sebaliknya (the intended meaning of the same). Hal ini harus menjadi tujuan seorang manejer dalam semua komunikasi yag dilakukannya.
Biasanya seorang manager jika terjadi sebuah konflik dalam organisasinya apa yang akan dilakukannya?
  • Menghindar. Menghindari konflik dapat dilakukan jika isu atau masalah yang memicu konflik tidak terlalu penting atau jika potensi konfrontasinya tidak seimbang dengan akibat yang akan ditimbulkannya. Penghindaran merupakan strategi yang memungkinkan pihak-pihak yang berkonfrontasi untuk menenangkan diri. Manajer perawat yang terlibat didalam konflik dapat menepiskan isu dengan mengatakan “Biarlah kedua pihak mengambil waktu untuk memikirkan hal ini dan menentukan tanggal untuk melakukan diskusi” 
  • Mengakomodasi. Memberi kesempatan pada orang lain untuk mengatur strategi pemecahan masalah, khususnya  apabila isu tersebut penting bagi orang lain. Hal ini memungkinkan timbulnya kerjasama dengan memberi kesempatan  pada mereka untuk  membuat keputusan. Perawat yang menjadi bagian dalam konflik dapat mengakomodasikan pihak lain dengan menempatkan kebutuhan pihak lain di tempat yang pertama. 
  •  Kompetisi. Gunakan metode ini jika anda percaya bahwa anda memiliki lebih banyak informasi dan keahlian yang lebih dibanding yang lainnya atau ketika anda tidak ingin mengkompromikan nilai-nilai anda. Metode ini mungkin bisa memicu konflik tetapi bisa jadi merupakan metode yang penting untuk alasan-alasan keamanan. 
  • Kompromi atau Negosiasi. Masing-masing memberikan dan menawarkan sesuatu pada waktu yang bersamaan, saling memberi dan menerima, serta meminimalkan  kekurangan semua pihak yang dapat menguntungkan semua pihak.
Nah bagaimana Ani-ani memecahkan masalah konflik ini ?? Ani-ani akan memberikan solusi. 
"Potong akar masalahnya sampai tuntas dan jangan biarkan masalah itu tumbuh kembali" 
Tidak ada kompromi, negosiasi, akomodasi apalagi menghindari masalah..




 continue....
ANI-ANI DAN SOFT LEADER


Leader menurut saya Pemimpin. Pemimpin harus mempunyai karakter kepemimpinan. Kepemimpinan ialah proses atau seni mempengaruhi, mengajak, untuk sampai pada tujuan atau visi misi bersama. Untuk bisa mempengaruhipun butuh seni, seperti ani-ani yang mempunyai seni atau karakter simple namun exotis.
Leader jiwa ani-ani itu hanya sebutan saya saja heheee. Ani-ani dalam konteks Leader ialah bagaimana seorang leader mampu dan menjiwai seni "ani-ani" Tegas dalam mengambil kebijakan dan keputusan. kompromistis perlu, sepanjang tidak merubah tujuan awal. kenapa harus tegas.ya harus!. artinya dia mampu memotong atau meng-counter segala sesuatu yang dapat mempengaruhi organisasi kearah yang buruk. 
konfrontatif jelas, itu harus dimiliki. kenapa? disinilah yang saya sebutka tadi tegas not kompromistis (dalam hal tertentu).

Ini merupakan seni kharisma bagi agen-agen leader, agar ia mampu memciptakan karakter boulding dalam organisasi tersebut. leaders harus mempunyai jiwa "ani-ani" yaitu soft counter attack



Sabtu, 12 Maret 2011

DUGO's Adventure: Leader dan Manager

DUGO's Adventure: Leader dan Manager: "Apa sih sebenarnya yang membedakan antara keduanya? Sebenarnya antara kepemimpinan dan managerial sangatlah erat kaitanya. Ibarat dua s..."

Leader dan Manager

Apa sih sebenarnya yang membedakan antara keduanya? 
Sebenarnya antara kepemimpinan dan managerial sangatlah erat kaitanya. Ibarat dua sisi mata uang keduanya adalah sesuatu yang tidak bisa dipisahkan. sehingga seorang pemimpin seharusnyalah mampu menjadi seorang leaders sekaligus seorang managerial. Sebenarnya management berhubungan erat dengan usaha menanggulangi kompleksitas yang ada dalam organisasi atau perusahaan, sedangkan kepemimpinan menanggulangi perubahan-perubahan yang ada. Keduanya hampir sama, namun kompleksitas yang ada harus mampu di kelola menjadi isu yang konstruktif. Sehingga kemudian konsep leaderhip berperan guna menanggulangi perubahan yang ada. Kenapa perubahan? disini Leadersip berperan yaitu melakukan inovasi. Inovasi ini dapat berupa produk "sistem" ataupun perencanaan-perencanaan.

Di samping itu management (sistem managerial) berkaitan dengan perencanaan sedangkan Kepemimpinan mengarah pada penentuan arah perubahan melalui pembentukan visi. nah visi inilah yang nanti akan menentukan berjalan atau tidaknya, sesuai dengan arah atau tidak, disitu sistem managemen, berperan. Manager yang sukses adalah manager yang dapat menggabungkan karakteristik manager dan pemimpin secara tepat. Begitu juga sebaliknya, seorang pemimpin juga harus mampu menjadi manager yang dapat menggabungkan karakteristik tersebut.

Management selalu mengarah pada pencapaian rencana melalui pengendalian dan pemecahan masalah, kemudian leadership berperan sebagai pemimpin yang mampu memotivasi dan mampu menjadi sumber inspirasi lainya, mampu mengilhami rekan dan bawahanya sehingga  perputaran organisasi dapat berjalan dengan cepat dan tepat. karena biasanya seorang pemimpin cenderung berorientasi jangka panjang dan manager cenderung pada jangka pendek saja. kenapa demikian, disitulah sistem akan terbentuk dan terbentang menjadi dua mekanisme (leadership dan managerial) menjadi sesuatu yang tak terpisahkan.

Mungkin ini dapat dijadikan pembandingan antara pemimpin dan manager
  1. manager mengelola sedangkan pemimpin melakukan inovasi
  2. manager memelihara; pemimpin mengembangkan
  3. manager fokus pada sistem dan struktur ; manager fokus pada manusianya
  4. manager menekankan bagaimana dan kapan ; pemimpin menekankan apa dan mengapa
  5. manager melakukan sesuatu dengan benar (do things right) ; pemimpin melakukan sesuatu yang tepat (do the right things)
Bagaimana jika lebih dominan salah satu??
itu pertanyaan yang menarik, karena setiap manusia pada dasarnya telah diberi kemampuan yang berbeda-beda. Tentunya seorang pemimpin perlu menjadi sumber inspirasi itu sudah sangat luar biasa. Karena sistem Managerial nantinya akan mengikuti  jika seorang pemimpin sudah mampu menjadi leaders yang mampu mengilhami bawahanya dalam bekerja. Manager one copies ; Leaders are original

I things.. I do.

Jumat, 28 Januari 2011

The SCRET (rahasia) Rhonda Byrne



  1. Hukum tarik menarik
 Hidup anda sekarang adalah cerminan dari pikiran-pikiran dimasa lalu, termasuk semua hal besar, dan semua hal yang anda anggap bukan hal besar. Ketika anda menarik apa yang paling anda pikirkan anda akan mudah melihat apa yang telah menjadi pikiran anda yang dominan dalam hidup anda. (hukum tarik menarik: kemiripan menarik kemiripan. Karena pikiran menyampaikan gelombang magnetis ke alam dan alam akan merespon)
Jika anda dapat memikirkan dan menjadikan pikiran yang dominan apa yang menjadi  keingina anda. Maka anda akan mendatangkan keinginan itu dalam hidup anda.
ة
Dan prinsip itu diringkas dalam tiga kata sederhana: pikiran menjadi sesuatu.
 (mike Dooley: pengarang dan pembicara internasional)

Hukum ini akan mewujudkan apa yang anda pikirkan. Hukum tarik menarik tidak membedakan apa yang diinginkan atau tidak diinginkan, ketika anda berfokus pada sesuatu sebenarnya anda sedang memanggil sesuatu itu untuk hadir. Ketika anda mengucapkan kata penolakan, kata-kata inilah yang diterima oleh hukum tarik menarik.
Apa yang anda pikirkan saat ini menciptakan kehidupan masa depan anda. Anda menciptakan hidup anda dengan pikiran-pikiran  anda. Hukum tarik menarik sekedar memantulkan dan memberikan kembali apa yang anda fokuskan dalam pikiran anda. Anda dapat mengubah situasi dan peristiwa dalam hidup anda sepenuhnya dengan mengubah cara berfikir anda
 ( Bill Harris : Guru dan pendiri Centrepointe Research Intitute)
Setiap manusia dapat mengkontruk mind nya menjdi kekuatan yang luar biasa